Ours

Ours

Tuesday, 5 May 2015

Anak Berdasarkan Urutan Kelahiran

Copas dari sana sini ya,
Ini sih iseng aja, cuma karena kebetulan punya anak 3, pas bener sama yang namanya sulung, tengah dan bungsu. Jadi kepingin tau aja apa sifat anak2ku ini sama ya?
Memang sih yang terakhir kembar 2, tapi mereka beda banget sifatnya.

Anak Sulung

  • Kerap terbebani dengan harapan atau keinginan orangtua. Anak pertama sangat penting bagi ego orangtua. Itu sebabnya, si sulung didorong untuk mencapai standar sangat tinggi sebagai representasi orangtua.
  • Cenderung tertekan.
  • Senang menjadi pusat perhatian. Perkembangan kepribadiannya lebih optimal saat ia memperoleh perhatian.
  • Orangtua cenderung lebih memperhatikan dalam mendidik anak pertama.
  • Anak pertama biasanya seorang high achiever (memiliki keinginan berprestasi tinggi).
  • Saat adik lahir, ia mempunyai tempat kehormatan bagi adik. Meski begitu, saat pusat perhatiannya terganggu oleh adik, ia bisa iri dan tidak aman.
  • Cenderung diberi tanggung jawab oleh orangtua untuk menjaga adiknya.
  • Belajar bertanggung jawab dan mandiri melalui kegiatan sehari-hari.
  • Dapat diandalkan.
  • Cenderung terikat pada aturan-aturan.
  • Dominan, konservatif, dan otoriter.
  • Mempunyai pemikiran yang tajam.
  • Lebih sensitif.
  • Banyak anak pertama yang mendapat posisi puncak seperti direktur atau CEO. Tak sedikit anak pertama yang merasa menderita karena tidak sukses.

Anak Kedua / Tengah

  • Cenderung lebih mandiri sehingga dapat membentuk karakternya sendiri. Misalnya, sang ibu menggendong adik dan bapak memegang kakak, ia tidak tahu harus bergantung pada siapa. Akhirnya ia menjadi anak yang lebih mandiri.
  • Karena terabaikan, anak kedua atau tengah cenderung mempunyai motivasi tinggi, bisa dalam hal prestasi maupun sosialisasi.
  • Cenderung lebih bebas dari harapan orangtua dan independen.
  • Pandai melihat situasi.
  • Aturan yang diterapkan lebih longgar. Anak kedua umurnnya diperbolehkan melakukan hal-hal tertentu dengan sedikit batasan.
  • Berjiwa petualang. Suka berteman dan hidup berkelompok.
  • Bebas mengekspresikan kepribadiannya yang unik.
  • Cenderung lebih ekspresif. Berambisi untuk melampaui kakaknya, terlebih bila jarak usianya berdekatan.
  • Walau cenderung suka melawan, anak kedua biasanya lebih mudah beradaptasi.
  • Tidak rapi.
  • Memiliki bakat seni.
  • Cenderung sangat membutuhkan kasih sayang.
  • Kerap kesulitan menggambarkan kepribadiannya.
  • Cenderung merasa tidak disayang orangtua dan merasa tidak bisa lebih baik daripada kakaknya.

Anak Bungsu



  • Tergolong anak yang sulit karena mempunyai kakak yang dijadikan model.
  • Kerap merasa inferior (rendah diri), tidak sehebat kakak-kakaknya.
  • Dalam pengasuhan kerap dibantu orang sekitar, sehingga tidak terlalu sadar dengan potensi dirinya.
  • Cenderung dimanjakan dan kasih sayang banyak tercurah padanya. Lebih merasa aman.
  • Cenderung tidak dewasa dan kurang bertanggung jawab.
  • Biasanya paham bahwa mereka termasuk spesial.
  • Dianggap sebagal “anak kecil” terus menerus.
  • Aturan yang diberlakukan padanya lebih longgar.
  • Hanya diberi sedikit tanggung jawab dalam keluarga.
  • Umumnya tidak diberi banyak tugas, dan tak perlu mengasuh adik.
  • Sedikitnya pengalaman dalam belajar bertanggung jawab membuat si bungsu menghindari tanggung jawab dan komitmen, terutama bila orangtua senang memperlakukannya sebagai “bayi”.
  • Lebih spontan dan mempunyai jiwa yang lebih bebas.
  • Banyak komedian dan pembawa acara merupakan anak tengah atau anak bungsu karena bebas mengembangkan kepribadian mereka yang unik.
Mirip gak dengan Kimmy, Kenzo dan Kayden?
Kurang lebih sih.
Mungkin sebagai anak sulung, iya Kimmy banyak miripnya dengan sifat diatas. Dia kompetitif, senang jadi pusat perhatian, dan dapat diandalkan. Kalo moodnya baik, dia bisa lo ajak main adik2nya, cara ngasuh adiknya pun jauh lebih pinter dari baby sitternya. Dia tahu mau-nya adik2nya dan bisa men-twist sesuai kemauannya.
Pendidikannya di rumah, boleh dibilang mirip dengan artikel diatas hehehe
Kimmy secara ga sadar aku didik lebih keras, tuntutanku ke dia lebih besar, perhatianku ke dia saat masih seusia twin tentunya berbeda. Lebih intens dan lebih bookish banget. Sesuai buku pokoknya.
Dan jadilah Kimmy, si sulung yang mirip banget dengan artikel diatas.
Kaget juga sih aku dengan artikel yang kubaca. Lah kok ternyata alam bawah sadarku bisa membedakan gitu ya.

Kenzo dan Kayden anak kembar, tapi aku lebih menempatkan Kenzo sebagai anak nomer 2 dan Kayden ke 3. Secara akte kelahirannya bunyinya begitu.
He is the clown in the family, suka bercanda, ceria banget bahkan saat sakit sekalipun Jadi kalo Kenzo sakit, bibirnya pucet, badannya lemes tapi karena masih suka becanda kagetin orang, suka ketawa lebar2, jadi rasa kuatir mamanya berkurang.
Kenzo juga nurut banget, tapi pastinya ga berjiwa seni. Suaranya aku nalar, kok kayaknya bakalan fales hihihi, kalo nyanyi suka dibulet2 dipenceng2in, pokoknya ngacop banget alo nyanyi bareng
Tapi iya, aku memang lebih longgar dengan Kenzo dan Kayden. Ga sekeras si Kimmy, mereka berdua keliatan lucu terus di mataku.
Kecil2 mungil2 buntet2 tingginya sama, buletnya hampir sama. Bikin gemessss dan ga bisa marah. Kenzo dotyan coret2 sofa reclyning kesayanganku. Tapi beneran yang ada malah aku bisa memaklumi.
Ga fair? Mungkin ya, Sam juga bilang kesabaranku lebih panjang kalo ke adik2nya Kimmy.
Kesimpulannya sih, Kenzo kok ga mirip model anak tengah di artikel diatas ya? Secara dia bukan tipe pemberontak, dia mah nurut banget

Si mungilku Kayden, yang pemberontak, tapi paling manja. Cueeeeek banget, dan semaunya sendiri. Ini sih sifatnya Kimmy beneran, tapi versi cowok. Tidak dewasa dan bertanggung jawab, well, masih 3 yo bisa tanggung jawab apa coba? Bisa beresin mainan aja sukur2
Dianggap anak kecil terus? Mungkin ya, karena postur tubuhnya yang lebih kecil dari Kenzo, manjanya juga lebih dari Kenzo.
Kayden kayaknya ada bakat musik looo, selain suka dengerin lagu2 klasik yang suaranya klasik jg, dia sering humming sendiri. Dan kalo ngomongnya diulang2 bisa dijadiin nada ma dia.
Misal pas dia poop trus ditinggal susternya, dia panggil 'sus udaaah...sus udaaaah' susnya entah kemana, ga ada sautan balik. Dia ulang2 itu kata2 plus ada nadanya.
Atau pas kita main perform2an, kalo nyanyi bareng, kakinya bisa based on rythm lo, dan kalo kita kasih ketukan apapun, Kayden bisa menyesuaikan dengan nadanya dan ketukannya plus nyanyiannya walopun karangan dia sendiri.
 So kesimpulannya Kayden emang mirip dengan anak bungsu artikel diatas
Hihiihihi, nganggur banget ya sampe bahas beginian.





1 comment:

  1. Kalo anak tunggal gimana? Hihihi... kayaknya serba salah juga ya, antara netepin standard yang tinggi sama cenderung over protective :S

    ReplyDelete